Skip to main content

Proses Pembuatan Yoghurt

Yoghurt adalah olahan susu yang difermentasikan  menggunakan bakteri . Nama bakteri pada pembuatan Yoghurt adalah Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophilus . 
Bakteri yogurt membutuhkan kondisi pertumbuhan yang cocok terutama suhu yang tepat. Umumnya bakteri tumbuh baik pada keadaan hangat. Bakteri yogurt S. thermophilus dan L. bulgaricus paling cepat tumbuh di sekitar suhu 40– 44°C (bergantung pada galurnya). Jika suhu terlalu rendah bakteri akan berkembang biak lambat atau tidak sama sekali. Sementara jika suhu terlampau panas bakteri bisa rusak dan mati. Bahaya lain, yaitu merajalelanya mikroba lain yang kondisi optimumnya di suhu lebih tinggi atau rendah. Karena lebih cepat berkembang biak di suhu tersebut, jumlah mikroba penyusup tadi dapat menyusul bahkan menyisihkan bakteri yogurt semula.

Tahap-tahap pembuatan Yoghurt :
Susu segar dipanaskan sampai suhu 90 °C dan selalu diaduk supaya proteinnya tidak mengalami koagulasi. Pada suhu tersebut dipertahankan selama 1 jam. Apabila dilakukan pasteurisasi maka suhu pemanasannya adalah 70 – 75 °C . Jika hal ini yang dilakukan, maka pemanasan dilakukan sebanyak dua kali.
2)       Setelah dipanaskan, selanjutnya dilakukan pendinginan sampai suhunya 37- 45 °C. Pendinginan tersebut dilakukan dalam wadah tertutup.
3)       Setelah suhu mencapai 37-45 °C maka dilakukan inokulasi / penambahan bakteri ke dalam susu tersebut sejumlah 50 – 60 ml/liter susu. Penambahan bakteri dilakukan dengan teknik aseptic (di dekat api).
4)       Setelah ditambah bakteri, selanjutnya diperam pada ruangan hangat (30-40 °C), dalam keadaan tertutup rapat selama 3 hari.
5)       Tahap selanjutnya adalah filtrasi. Hal ini dilakukan untuk memisahkan bagian yang padat / gel dengan bagian yang cair. Pada waktu pemisahan ini diusahakan dilakukan di dekat api sehingga bagian yang cair (sebagai stater berikutnya) terhindar dari kontaminasi.
6)       Supaya yogurt lebih lezat rasanya dapat ditambah dengan potongan buah – buahan yang segar, cocktail, nata de coco atau dibekukan menjadi es, dapat pula dicampur dengan berbagai buah-buahan untuk dibuat juice (minuman segar).

Comments

Popular posts from this blog

TPHP : Contoh Mikroorganisme yang berperan pada Makanan

Penerapan bioteknologi dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu yang paling sering ditemui misalnya dalam produksi makanan dan agroindustri. Beberapa makanan olahan yang kita konsumsi sejauh ini memang karya penerapan bioteknologi. Jika kita memeriksa lebih dalam bagaimana makanan diproduksi, kita akan menemukan peran beberapa mikroorganisme di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa makanan yang proses nya menggunakan Bioteknologi :

Trik-trik dasar Skateboard

       Skateboard mungkin sudah tidak asing terdengar di telinga kalian. Skateboard merupakan olahraga yang extreme . Dan saya suka bermain skateboard meskipun sedikit sulit ya . Butuh kesabaran dalam belajar skateboard, dan juga harus hati-hati. Jangan lupa juga menggunakan safety ya biar aman hehe. Nah disini saya akan memberi tahu nama-nama trik dalam skateboard. Ollie Ollie merupakan trik paling sederhana yang wajib dikuasai oleh para skaters. Tanpa menguasai Ollie, jangan harap kamu bisa melakukan trik lain seperti kickflip, heelflip, dan pop-shove. Ollie adalah gerakan mengangkat papan skate dengan menghentakkan salah satu kaki ke ujung papan hingga papan terangkat dan diikuti oleh kaki lain sehingga tercipta suatu lompatan setinggi-tingginya. Kickflip Kickflip merupakan trik lanjutan dari Ollie. Trik ini dimulai dengan lompatan skater menggunakan trik Ollie. Lalu dilanjutkan dengan menendang papan skate ketika berada di udara hingga 360 deraj...